metode-mengajar-jigsaw
Categories:

Metode Mengajar Bahasa Inggris Dengan Jigsaw

Avatar image of
Posted by admin

Metode pengajaran bahasa Inggris dengan Jigsaw

metode-mengajar-jigsaw

Mengajar adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk membuat siswa belajar dan memindahkan mereka dari ketidaktahuan menuju pengetahuan. Ada banyak cara untuk belajar bahasa Inggris, salah satunya adalah Jigsaw. Pada kesempatan kali ini IBI akan membahas tentang metode pembelajaran bahasa Inggris dengan teka-teki.

definisi teka-teki

Jigsaw berasal dari bahasa Inggris yaitu Jigsaw dan ada juga orang yang menyebutnya dengan istilah Fuzzle yaitu teka-teki yang menyusun bagian-bagian dari suatu gambar. Model pembelajaran kooperatif puzzle juga menggunakan pola cara bekerja dengan gergaji (puzzle), dimana siswa melakukan suatu kegiatan belajar dengan bekerja sama dengan siswa lain untuk mencapai suatu tujuan bersama.

Jigsaw merupakan model pembelajaran kooperatif yang menitikberatkan pada kerja kelompok siswa dalam bentuk kelompok-kelompok kecil, sebagaimana dikemukakan Lie (1993:73) bahwa model ini merupakan model pembelajaran kooperatif dengan siswa dalam kelompok kecil beranggotakan empat sampai enam orang. mempelajari. heterogen dan siswa bekerja sama dalam saling ketergantungan yang positif dan bertanggung jawab.

Dalam model ini, siswa memiliki banyak kesempatan untuk mengemukakan pendapat, mengelola informasi yang diterima dan meningkatkan kemampuan komunikasi, setiap anggota kelompok bertanggung jawab atas keberhasilan kelompok dan kelengkapan materi yang dipelajari serta dapat menyampaikannya kepada kelompok.

Aturan teka-teki

Tahapan terpenting dalam menggunakan teknologi jigsaw di kelas adalah:

  • Bagilah menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari 5 atau 6 orang. Ini sangat ideal untuk kelas 30 siswa. Kelompok awal ini dapat disebut sebagai kelompok teka-teki.
  • Setiap kelompok harus memiliki seorang pemimpin. Ketua dapat dipilih di sini oleh anggota kelompok lain dengan memilih anggota yang dapat berbicara.
  • Materi dibagi menjadi 5 – 6 bagian (dibagikan kepada setiap anggota kelompok).
    Setiap siswa menerima sepotong bahan pembelajaran.
  • Siswa harus diberi waktu untuk membaca dan memahami bacaan setidaknya dua kali.
  • Satu siswa dari setiap kelompok teka-teki yang memiliki bagian materi yang sama membentuk kelompok atau kelompok yang disebut kelompok ahli atau kelompok ahli. Dalam kelompok ahli, mereka memiliki waktu untuk mendiskusikan poin-poin penting dan menyiapkan materi yang akan mereka presentasikan dalam kelompok pertama mereka.
  • Siswa kembali ke kelompok asal atau kelompok puzzle.
  • Siswa mentransmisikan bagian-bagian materi yang telah didiskusikan kepada kelompok ahli secara berurutan sesuai materi. Anggota kelompok yang lain dapat bertanya kepada siswa siapa yang akan memberikan materi.
  • Guru memantau proses diskusi dan memecahkan masalah yang muncul dalam kelompok.
  • Kuis harus dilakukan di akhir agar siswa mengetahui bahwa kegiatan belajar tidak hanya menyenangkan dan permainan, tetapi dilakukan penilaian untuk proses tersebut.

Demikian materi yang dapat disampaikan IBI pada kesempatan kali ini, semoga dapat bermanfaat dan dijadikan sebagai bahan pembelajaran bahasa inggris sobat IBI semua.

Sumber :